Inspektorat Tanjabtim Gelar Workshop Manajemen Risiko

Inspektorat Kabupaten Tanjungjabung Timur, selaku penjamin kualitas perangkat daerah, melaksanakan workshop manajemen risiko, di ACC, Kota Jambi, Selasa (14/5/2024).

Reporter: Henrosta | Editor: Doddi Irawan
Inspektorat Tanjabtim Gelar Workshop Manajemen Risiko
Inspektorat Kabupaten Tanjungjabung Timur melaksanakan workshop manajemen risiko, di Abadi Convention Centre, Kota Jambi, Selasa (14/5/2024) | henrosta

INFOTANJAB.COM - Inspektorat Kabupaten Tanjungjabung Timur, selaku penjamin kualitas perangkat daerah, melaksanakan workshop manajemen risiko, di Abadi Convention Centre, Kota Jambi, Selasa (14/5/2024).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jambi, diikuti 31 OPD dan empat camat di lingkup Pemkab Tanjungjabung Timur. 

Inspektur Kabupaten Tanjungjabung Timur, Hadi Firdaus, memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan. Dia menjelaskan laporan hasil evaluasi atas penilaian mandiri maturitas SPIP pada Pemkab Tanjungjabung Timur.

Dalam laporan nomor PE.09.03/LHP-387/PW05/03/2023 tanggal 15 Desember 2023 itu, nilai SPIP Pemkab Tanjungjabung Timur 3,071 (Lvl 3), Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK 3,020 Lvl 3), Kapabilitas APIP (3,00 Lvl 3), Manajemen Risiko Indeks (2,931 Lvl 2).

Baca Juga: Bupati Romi Warning Keras OPD, Ternyata Ini Penyebabnya…

Sedangkan kematangan SPIP Tanjungjabung Timur telah mencapai level 3 dan target RPJMD Kabupaten Tanjungjabung Timur 2021 - 2026 telah tercapai. 

Terkait manajemen risiko, indeks Tanjungjabung Timur belum mencapai level 3, sehingga perlu perjuangan untuk mencapai level 3 tersebut. 

Hadi Firdaus berharap penyusunan manajemen risiko berjalan baik, serta keseriusan dan kesungguhan seluruh peserta maupun panitia dalam mengikuti kegiatan.  

“Dengan diadakannya kegiatan workshop ini, diharapkan OPD dapat meminimalisir hambatan atau kesalahan dalam mencapai sasaran strategis dan sasaran operasional OPD melalui identifikasi risiko pada manajemen risiko," katanya. ***

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait

Berita Lainnya